Iklan Billboard 970x250

Setelah Setahun, Inggis Baru Publikasikan Drone Militernya yang Hampir Menabrak Gedung Sekolah

Setelah Setahun, Inggis Baru Publikasikan Drone Militernya yang Hampir Menabrak Gedung Sekolah


Mastermilitery.com - Sebuah laporan terbaru dari Kementerian Pertahanan Inggris, menyebutkan terjadinya insiden yang melibatkan perangkat drone militer bernilai miliaran rupiah milik mereka, yang nyaris membahayakan warga sipil. Laporan terbaru yang dirilis Kementerian Pertahanan mengungkapkan, bahwa sejauh ini telah ada lima unit pesawat tak berawak milik militernya, yang dibeli dari perusahaan Perancis, Thales, telah jatuh di wilayah Wales. 


                                      
Dalam salah satu insiden yang terjadi pada 13 Juni 2018 silam, sebuah drone pengawas bernama The Watchkeeper WK050 seharga 6 juta poundsterling (lebih dari Rp 102 miliar), dilaporkan jatuh ke atas pohon tak jauh dari sebuah sekolah dasar. Dalam laporan BBC yang dilansir Express.co.uk, drone militer tersebut jatuh pada jarak kurang dari satu kilometer dari Sekolah Dasar Penparc di desa kecil Aberporth, Wales.

Saat insiden jatuhnya drone militer itu, diketahui bahwa anak-anak sekolah tersebut sedang mengikuti kegiatan dalam rangka hari olahraga. Beruntung tidak sampai timbul korban luka dalam insiden tersebut, baik dari para siswa sekolah dasar maupun warga di sekitar lokasi jatuhnya drone. Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan terkait masalah tersebut.

Dirilisnya laporan lebih dari setahun setelah insiden tersebut, dilakukan menyusul adanya permintaan tentang Kebebasan Informasi kepada kementerian pertahanan. Dalam laporan disampaikan kronologi terjadinya insiden jatuhnya drone militer tersebut. Disebutkan dalam laporan bahwa drone tersebut telah mendarat jauh dari lokasi pendaratan yang semestinya, sehinga kemudian kembali diterbangkan ke titik tujuan.

Disebutkan dalam laporan bahwa drone tersebut telah mendarat jauh dari lokasi pendaratan yang semestinya, sehinga kemudian kembali diterbangkan ke titik tujuan. Namun sistem komputer disebut telah gagal membaca bahwa drone telah mendarat, sehingga otomatis membatalkan perintah pendaratan saat menuju ujung landasan. Mesin drone pun membawa pesawat nirawak itu terbang naik. Ketika perangkat drone berada pada ketinggian 12 meter dari permukaan tanah, pilot drone mematikan mesin, yang lantas memicu terjadinya kecelakaan.

Dalam laporan juga disebutkan bahwa perintah mematikan mesin drone telah menyebabkan kecelakaan. Setelah mesin drone mati, pesawat tanpa awak itu meluncur di atas jalan sebelum kemudian menabrak pohon, sekitar 900 meter dari titik pendaratan yang seharusnya.

Insiden tersebut terjadi saat perangkat drone sedang diuji coba di Bandara Wes Wales di Aberporth, Ceredigion. Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa tindakan telah diambil untuk mengungkap masalah dalam insiden ini. Sementara juru bicara Thales, perusahaan pembuat drone, menyatakan telah membahas sebagian besar rekomendasi yang diberikan. "Sistem pesawat tak berawak seperti The Watchkeeper dirancang untuk melindungi warga dari lingkungan yang berbahaya." "Kemampuan kami untuk secara ketat menguji kemampuan perangkat dan memenuhi standar pengujian yang tinggi sesuai dengan yang diharapkan otoritas penerbangan militer Inggris berari bahwa kami pada harus akhirnya dapat memberikan sistem yang aman saat digunakan," ujar juru bicara itu.
Baca Juga
SHARE
LATEST Older
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post