Iklan Billboard 970x250

Jerman larang Penjualan Senjata Ringan Buatannya Kepada Negara Lain

Jerman larang Penjualan Senjata Ringan Buatannya Kepada Negara Lain

Mastermilitery.com - Produk monumental Jerman bagi perkembangan senapan militer modern, adalah senapan serbu Machinenpistole Model 1 1944 (MP-44), MP-44 dianggap produk pertama atau Bapaknya jenis senapan serbu di dunia. Jerman memang dikenal sebagai salah satu produsen alutsita ringan terbaik di dunia, sejarah yang panjang dan juga pengalaman perang yang telah mereka lakoni, menjadi salah satu alasannya. Bahkan setelah kekalahan jerman pada PD II, banyak persenjataan mereka yang dirampas dan dipelajari oleh musuh, karena Alutsista yang dibuat oleh Jerman tidak diragukan kualitas dan kemampuannya dari dulu.




Namun saat ini Jerman mengambil keputusan mengejutkan, pasalnya Jerman akan menerapkan embargo penjualan senjata ringan buatannya di seluruh dunia. Kebijakan yang diambil oleh jerman ini, adalah sebagai bentuk kontribusi jerman terhadap pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) yang dilakukan militer suatu negara. Tetapi bukan tidak ada keringanan dalam embargo ini, Jerman tetap mengijinkan penjualan namun hanya dikhususkan kepada aliansi NATO dan negara Uni Eropa. Namun dalam kasus-kasus tertentu, penjualannya masih bisa dilakukan kepada pihak lain seperti yang telah ditentukan.

Langkah yang diambil oleh Jerman ini tentunya akan berpengaruh pada para produsen senjata di sana, seperti Heckler & Koch yang memproduksi pistol, senapan serbu, senapan runduk, pelontar granat, sampai dengan senapan mesin. Omset mereka juga dipastikan turun drastis jika kebijakan embargo senjata telah dilakukan. Tetapi bukan hanya pihak produsen yang akan merasakan dampaknya, perlu diketahui bahwa TNI melalui satuan khusus seperti Kopassus, Denjaka, dan Sat Bravo adalah pemakai setia senjata ringan buatan Jerman.



Nilai ekspor senjata ringan Jerman ke pasaran dunia, memang cukup menjanjikan. nilai dari ekspor tersebut hampir mencapai $500 ribu /tahunnya, kebanyakan pelanggan setianya adalah negara-negara yang tengah dilanda konflik. Arab Saudi adalah salah satu pelanggan royalnya, mereka rela membayar dengan harga yang mahal untuk menebus kualitas dan kehandalan senjata buatan Jerman.

Diperkirakan setiap tahunnya, lebih dari 1 triliun dolar yang dihabiskan untuk pengeluaran militer di seluruh dunia (2% dari GDP dunia). Untuk pengadaan hardware dan layanan dari industri militer. Penjualan senjata gabungan dari 100 perusahaan memproduksi senjata terbesar berjumlah sekitar $ 315 miliar pada tahun 2006. Banyak negara-negara industri memiliki industri senjata dalam negeri untuk memasok pasukan militer mereka sendiri. Beberapa negara juga memiliki hukum yang substansial atau perdagangan senjata ilegal dalam negeri untuk digunakan oleh warganya. Perdagangan ilegal senjata kecil yang lazim di banyak negara dan daerah dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik.



Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post