Iklan Billboard 970x250

Tolak Be-200 Rusia dan US-2 Jepang, Indonesia Malah Kepincut Pesawat Amfibi CL-415/CL-515 Canada

Tolak Be-200 Rusia dan US-2 Jepang, Indonesia Malah Kepincut Pesawat Amfibi CL-415/CL-515 Canada

Mastermilitery.com - Indonesia akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pesawat amfibi CL-415 EAF dan CL-515 dari Kanada. Sebelumnya, beberapa kandidat disebut-sebut memiliki peluang kuat untuk diakuisi, diantaranya adalah Beriev Be-200 dari Rusia dan ShinMaywa US-2 dari Jepang. Sebenarnya apa yang membuat pihak Indonesia menjatuhkan pilihannya kepada keluarga CL-415/CL-515 dibanding Be-200 dan US-2. Dari tampilannya, ukuruan CL-415/CL-515 sebenarnya jauh lebih kecil dengan daya tampung air lebih sedikit daripada Be-200 dan US-2. Namun fisik kecil yang dimilikinya justru menjadi sebuah kelebihan bagi CL-415/CL-515, karena dengan ukuran yang lebih kecil mereka mampu mengambil air dari badan sungai yang tak terlalu lebar, yang tentunya akan sulit dilakukan oleh Be-200 dan US-2.
Be 200 Rusia, armada, US 2 Jepang,
Kelebihan lain yang dimiliki oleh CL-415/CL-515, adalah dari segi biaya operasional yang jauh lebih murah, karena penggunaan bahan bakar yang lebih irit. Jika dibandingkan dengan rivalnya CL-415/CL-515 hanya disokong oleh dua mesin turboprop, sedangkan US-2 menggunakan empat mesin turboprop, sementara untuk Be-200 sama-sama menggunakan dua mesin, akan tetapi mesinnya sangat haus bahan bakar. Dengan dimensi panjang 19,8m, tinggi 8,9m, serta bentang sayap 28,6 m, mereka membutuhkan landasan pacu di darat sepanjang 840 meter untuk terbang dan 675 m untuk mendarat. Sedangkan untuk tinggal landas dari air, mereka membutuhkan jarak sejauh 815 m dan untuk mendarat sejauh 665 m dengan kedalaman air minimal 1,8 m.

Menggunakan mesin turbobrop PW123AF buatan Pratt and Whitney Canada yang masing-masing berdaya 2.380 shp, mampu terbang sampai kecepatan 359 km/jam, dengan ketinggian terbang 4.500, m, dan jangkauan 2.443 km. Kehandalan CL-415 dalam memadamkan kebakaran hutan di Indonesia juga tak perlu diragukan, hal tersebut telah dibuktikan ketika terjadi kebakaran hutan di Palembang dan Riau tahun 2015 oleh Superscooper milik Malaysian Maritime Enforcement Agency.

Jika CL-415/CL-515 telah masuk dan aktif di jajaran TNI AU nantinya, Indonesia setidaknya akan tidak bergantung kepada negara lain, dalam menangani musibah kebakaran hutan. Seperti yang kita tahu, Indonesia termasuk negara tropis, sehingga tingkat kebakaran hutan terhitung tinggi, apalagi jika terdapat kebakaran di lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan. Tidak hanya untuk misi kebakaran, pesawat ini juga dapat dapat digunakan untuk fungsi lain seperti patroli maritim dan SAR.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post