Iklan Billboard 970x250

Tidak Ingin kalah Dari Indonesia, Malaysia Ikut Kerjasama Pembuatan Jet tempur Dengan Turki

Tidak Ingin kalah Dari Indonesia, Malaysia Ikut Kerjasama Pembuatan Jet tempur Dengan Turki

Mastermilitery.com - Melaui program pembuatan pesawat tempur KFX/IFX, Indonesia bersama dengan Korea Selatan membangun sebuah jet tempur generasi 4,5. Meski harus diakui banyaknya kendala yang harus dihadapi dalam pembangunannya, karena dalam hal pembuatan pesawat tempur, Korea Selatan masih jauh dibawah Amerika dan juga Rusia. Belum lagi tentang besarnya biaya yang dibutuhkan, yang sempat membuat pihak Indonesia melakukan beberapa kali negosiasi. Perlu diketahui, pembuatan pesawat tempur memang memerlukan anggaran yang luar biasa besarnya, bahkan F-35 buatan Lockhead Martin mesti harus ditanggung beberapa negara aliansi. Namun jika program ini berhasilnya dibuat, Korea Selatan akan mendapat jumlah 120 unit KFX, sedangkan Indonesia Sebanyak 80 unit IFX.
Turkish Aerospace Industries
Dalam ajang Paris Air Show 2019, Turki memanfaatkannya untuk untuk gigi dengan mockup TF-X, tentunya apa yang dilakukan oleh Turki ini membuat banyak kejutan. Bagaimana tidak, Hal tersebut setelah Amerika menangguhkan pembelian F-35 sebanyak 100 unit, karena Turki ngotot membeli S-400 dari Rusia yang diyakini akan beresiko mencuri data penting F-35 jika di integrasikan bersama. TF-X tentunya menjadi jawaban dari Turki kepada Amerika, atas apa yang mereka lakukan dengan F-35 yang mereka pesan.

Namun yang perlu diingat bahwa, pembuatan pesawat tempur akan sangat memerlukan sumber daya manusia yang tinggi, dan besarnya biaya yang dibutuhkan. Turki melalui TAI (Turkish Aerospace Industries) selalu pengemban amanat, nampaknya juga tidak ingin mengambil resiko yang tinggi dengan menggarapnya secara mandiri. Jikapun Turki mampu membuatnya tanpa bantuan pihak lain, kemungkinan butuh waktu yang sangat lama dan juga meningkatkan resiko kegagalan. Lihat saja berapa banyak negara yang ikut andil dalam program F-35, toh hasilnya pun belum sesuai dengan yang diharapkan banyak pihak, padahal Amerika adalah salah satu negara yang unggul dalam bidang pesawat tempur.

Dalam pembuatan jet tempur generasi 5 tersebut, tentunya Turki akan mencari teman yang bisa diajak kerjasama. Pakistan dan Malaysia disebut-sebut sebagai negara yang tertarik untuk diajak bergabung dalam program TF-X, apalagi Pakistan yang tengah berseteru dengan India seakan tak ingin ketinggalan dari rivalnya. Sementara Malaysia juga tidak ingin ketinggalan dari tetangganya Singapura yang bakal mempunyai armada F-35 dan Indonesia yang tengah berupaya dengan IFX.

Malaysia sebelumnya juga sudah sempat menandatangani MoU general dalam event Defence Services Asia 2018. Saat itu Malaysia diwakili oleh Deftech menandatangani MoU bersama dengan TAI, dan menjanjikan Malaysia bisa membeli TF-X dalam 10 tahun kedepan. Pekerjaan rumah bagi TAI masih panjang, karena mereka harus melengkapi daftar supplier yang memasok komponen kunci seperti mesin, avionik, radar, dan sistem persenjataan, sementara rekannya Amerika justru menjauh karena Turki membeli rudal S-400 dari Rusia.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post