Iklan Billboard 970x250

Tidak Ingin kalah dari China di Samudra Hindia, Amerika Bangun Pangkalan Militer di Sri Lanka

Tidak Ingin kalah dari China di Samudra Hindia, Amerika Bangun Pangkalan Militer di Sri Lanka


Mastermilitery.com - Negara adidaya Amerika Serikat (AS) dikabarkan bakal membangun pangkalan Angkatan Laut di Sri Lanka, rencana dari AS ini adalah suatu bentuk persaingan strategis dengan China dan eksistensi di kawasan Samudra Hindia. Pejabat Sri Lanka juga menghadapi tuduhan jika mereka melakukan perjanjian rahasia dengan AS. Namun pihak berwenang Sri Lanka selama berbulan-bulan terus berusaha menepis klaim tentang kehadiran militer asing di pantai domestic secara permanen.


                                                        
Dengan letaknya yang berada di ujung India selatan, Sri Lanka semakin menjadi teater pergolakan strategis bagi AS-China, kedua negara adidaya juga berusaha meningkatkan kehadiran mereka di Samudra Hindia. Saat ini China memang memiliki kendali atas kota pelabuhan Hambantota senilai US$ 1,5 miliar di Sri Lanka, tetapi China tidak memiliki hak untuk membangun fasilitas angkatan laut di sana.

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, bahkan dibuat pusing atas spekulasi kehadiran pangkalan angkatan laut AS dalam beberapa pekan terakhir, setelah sebuah surat kabar lokal pada akhir Juni lalu menerbitkan bocoran tentang draft Status of Forces Agreement (SOFA) antara Kolombo dan Washington. AS menandatangani SOFA dengan negara-negara mitranya, seperti Jepang, Irak, dan Korea Selatan, untuk memungkinkan personel militer Amerika dan kontraktor mereka, memiliki akses bebas ke negara tuan rumah. Perjanjian tersebut biasanya dilengkapi dengan ketentuan yang memungkinkan para personelnya untuk menghadapi undang-undang AS jika mereka ditemukan melakukan kejahatan di negara tuan rumah, itu artinya mereka tidak dihukum berdasarkan hukum dan undang-undang negara bersangkutan.


Sejak kebocoran berita tentang SOFA, Wickremesinghe menegaskan tidak ada rencana untuk memberikan ijin kepada negara manapun, untuk mendirikan pangkalan militer secara permanen. Dia juga mengatakan telah terjadi pembicaraan untuk memperbarui kembali perjanjian 1995. Menganggapi masalah tersebut, AS mengaku tidak berencana membangun pangkalan di Sri Lanka, dan SOFA hanyalah sebagai pembaruan terhadap perjanjian yang ada dan dirancang untuk mengatasi sejumlah masalah birokrasi.
                                         
Sementara itu Wickremesinghe yang dikenal sebagai pro barat, sejauh ini belum menawarkan untuk membatalkan negosiasi SOFA dengan AS karena kontroversi tersebut, tetapi Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah terang-terangan menyatakan ia tidak akan menandatangani pakta yang akan mengkhianati bangsa. Menurut rumor yang beredar, AS menginginkan pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan timur laut Trincomalee, Sri Lanka, yang merupakan rumah bagi salah satu pelabuhan air dalam alami terbesar di dunia.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post