Iklan Billboard 970x250

Rusia Tawarkan Su-35 Kepada China, Lalu Bagaimana Dengan Nasib Indonesia?

Rusia Tawarkan Su-35 Kepada China, Lalu Bagaimana Dengan Nasib Indonesia?

Mastermilitery.com - Kontrak pengadaaan jet tempur SU-35 oleh Indonesia, memang patut diakui sangat lambat dan juga tidak berjalan lancar. Untuk pembelian sejumlah 11 unit SU-35, Indonesia melakukan pembayaran dengan imbal dagang, namun sejauh ini Rusia masih belum memberikan jawaban atas 16 jenis komoditas yang ditawarkan oleh Indonesia. Dalam kerja sama dagang tersebut, Rusia juga diwajibkan untuk membeli komoditas asal Indonesia sebesar 50% dari nilai pembelian Sukhoi, yaitu senilai US$570 juta dari total US$1,14 milyar. Selain terkendala masalah pembayaran, bayang-bayang sanksi dari Amerika terkait undang-undang CAATSA juga menjadi kendala bagi Indonesia. Bukan hal yang tidak mungkin bila Amerika nantinya akan melakukan sanksi tersebut, jika tetap nekat membeli SU-35.
jet tempur, pesawat militer, politik, SU-35,
Di saat belum ada bantahan resmi dari pemerintah Indonesia mengenai batalnya pembelian jet tempur tersebut, muncul kabar terbaru jika Rusia sedang menawarkan kembali SU-35 kepada China. Negara tiarai bambu tersebut, sebelumnya telah menerima sebanyak 24 unit SU-35 yang dibeli dari Rusia, dengan nilai US$2,5 milyar. China mengadakan pembelian jet tempur itu pada tahun 2015, setahun kemudian tepatnya pada Desember 2016, China menerima 4 unit SU-35 Batch pertama. Setahun berikutnya disusul 10 unit di batch ke-2, sementara sisanya baru dikirim pada bulan April kemarin.

Namun China mendapatkan hukuman yang cukup berat atas tindakannya. Pemerintah Amerika menjatuhkan sanksi kepada militer China, karena membeli jet tempur dan rudal dari Rusia. Pembelian ini adalah pelanggaran atas sanksi terhadap Rusia terkait campur tangan Rusia di pemilu AS pada 2016. Bahkan perusahaan komunikasi Huawei harus ikut menanggung beban atas keputusan Amerika, Google selaku pemilik OS Android memutuskan untuk mencabut lisensi Android pada smartphone Huawei. Langkah ini diambil oleh Google, setelah Huawei masuk ke dalam daftar hitam pemerintahan Presiden Donald Trump. Daftar itu membuat Huawei dilarang melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika.

Entah bagaimana nasib Su-35 yang dipesan oleh pemerintah Indonesia, meskipun penandatanganan kontrak pembelian 11 unit Su-35 telah dilakukan pada Februari 2018. Kemungkinan jika tetap melakukan pembelian Su-35, Indonesia juga harus melakukan pembelian F-16 Viper dari Amerika. Hal tersebut dilakukan guna melunakkan sikap paman Sam, agar tidak memberikan sanksi yang serupa seperti China.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post