Iklan Billboard 970x250

Mampukah Korea Selatan Bangun KF-X Tanpa Harus Gandeng Indonesia?

Mampukah Korea Selatan Bangun KF-X Tanpa Harus Gandeng Indonesia?


Mastermilitery.com – Dalam membangun sebuah jet tempur, tidak hanya membutuhkan SDM yang mumpuni tetapi juga biaya yang sangat besar. Hanya segelintir negara yang mampu membangun jet tempur dengan dana dalam negeri. Lalu bagaimana dengan Korea Selatan yang saat ini tengah mengembangkan KF-X, apakah negara itu mampu menjalankannya secara sendirian ?.



Sudah pasti jawabannya adalah “Tidak”, kenapa bisa demikian?. Sejarah perkembangan proyek KF-X sebenarnya sudah di umumkan dan di jalankan oleh Korea Selatan sejak Maret 2001 oleh Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Dae-Jung. Namun hingga saat ini proyek tersebut sama sekali belum berbentuk prototipe sama sekali.

Rencananya KF-X memang akan mempunyai prototipe pertama pada 2022 mendatang, tapi jika dihitung sejak pengumuman pertama proyek itu, berarti ada jeda selama 21 tahun untuk menciptakan prototype KF-X. Padahal menurut pihak Korea Selatan, mereka sebenarnya sudah menguasai sekitar 63% teknologi KF-X, lalu kenapa program ini berjalan begitu lama?
                                           
Jawaban klasik dari persoalan tersebut adalah karena uang, mungkin jika dari segi teknologi, bisa dikatakan Korea Selatan telah mampu dan hanya beberapa bagian yang perlu diambil dari teknologi luar, yang lebih mudahnya lagi negara ini adalah sekutu dekat Amerika Serikat (AS). Sehingga untuk mendapatkan teknologi yang sulit didapat, pastinya akan diberi kemudahan oleh AS.



Tetapi jika berbicara segi finansial, Korea Selatan tidak akan mampu membiayai proyek KF-X ini secara mandiri. Sejak pengumuman di 2001, Korea Selatan tercatat telah mengajak Swedia, Turki, dan Amerika Serikat untuk bergabung dengan proyek K-FX. Namun ketiga negara tersebut menolak ajakan ini, karena mereka sudah memiliki proyek pesawat tempur mereka sendiri.
kemudian pada 10 Juli 2010, salah satu negara Asean yaitu Indonesia, setuju untuk menjadi mitranya dan menutupi 20% pembiayaan proyek, namun pihak Indonesia dirasa terlalu berbelit-belit dalam pembayaran dan permintaan teknologi yang terlalu banyak. Jika kendala yang dialami oleh KF-X ini terlalu berlarut-larut, kemungkinan jadwal yang ditetapkan juga akan ikut molor.

Lalu bagaimana semisal Korea Selatan menendang keluar Indonesia dari mitranya?. Tentu saja Korea Selatan harus mencari mitra baru yang bisa membiayai proyek tersebut, karena tidak akan mungkin korea Selatan sanggup menanggung besaran biayanya secara sendirian.



Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post