Iklan Billboard 970x250

Khawatir Dengan Pengaruh China di Pasifik, Amerika Bangun Pangkalan Angkatan Laut di Australia

Khawatir Dengan Pengaruh China di Pasifik, Amerika Bangun Pangkalan Angkatan Laut di Australia


Mastermilitery.com – Untuk menghadapi pengaruh China di Pasifik, Amerika Serikat (AS) berencana membangun pangkalan angkatan laut di Australia dengan nilai proyek sebesar $ 211,5 juta atau Rp 3 triliun. Rencana memperluas militer AS di Australia muncul ketika negara Barat semakin khawatir dengan upaya China untuk memperluas pengaruhnya di wilayah Pasifik.

"Pengembangan fasilitas akan mendukung Force Posture Initiatives," ujar Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, Rabu, 31 Juli 2019.



Pernyataan Payne tersebut merujuk pada kesepakatan antara AS dan Australia pada 2011, untuk meningkatkan hubungan pertahanan kedua negara. Inisiatif ini nantinya akan melibatkan 2.500 pelatihan marinir AS di Australia setiap tahun, dan pelatihan bersama reguler antara angkatan udara sekutu. Namun, Payne tidak mengungkap infrastruktur militer yang akan dibangun AS.

Sementara itu, AS menolak berkomentar mengenai rencana ini. Jika AS membangun fasilitas pelabuhan di Darwin, Jika Amerika Serikat membangun pangkalan angkatan laut di Darwin, maka itu akan berlokasi di dekat Pelabuhan Darwin, tempat Landbridge Group Co China yang mendapatkan kontrak 99 tahun pada 2015, kontrak yang sangat mengganggu AS dan dapat memicu kemarahan China. Ketegangan AS dan China meningkat sejak pemilihan Presiden AS Donald Trump pada 2016. Hingga saat ini perseteruan keduanya meliputi perang dagang dan peningkatan latihan militer di kawasan Asia-Pasifik.



Jika memang telah disetujui, proyek Darwin yang diusulkan akan menjadi salah satu pangkalan militer AS terbesar di Australia dalam beberapa tahun terakhir. Namun terlepas dari implikasi itu, pihak berwenang di kedua sisi Pasifik enggan untuk berbicara tentang proyek tersebut.

Proposal pangkalan angkatan laut Darwin merupakan bagian dari Inisiatif Postur Angkatan Udara AS, upaya bersama untuk membangun infrastruktur terkait pertahanan senilai US$ 2 miliar (Rp 28 triliun) untuk memperkuat kehadirannya di Australia utara, menurut Departemen Pertahanan Australia.

AS juga mendanai proyek di Geraldton di Australia Barat dan tahun lalu mengirim lebih dari 1.500 Marinir AS ke Top End, perputaran pasukan angkatan laut AS terbesar di Australia. AS sudah mengoperasikan Pine Gap, pangkalan intelijennya yang sangat tertutup, di Alice Springs dan memiliki perjanjian dengan pemerintah Australia untuk menggunakan beberapa pangkalan RAAF.

Rencana proyek pangkalan angkatan laut Darwin muncul kurang dari seminggu setelah pemerintah AS dan Australia menyatakan keprihatinan mereka atas kesepakatan rahasia yang dicapai antara Kamboja dan China untuk membangun pangkalan militer.


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post