Iklan Billboard 970x250

Jet Tempur Siluman Buatan China, Kini Makin Berotot dan Bakal Lebih Lincah Juga Agresif

Jet Tempur Siluman Buatan China, Kini Makin Berotot dan Bakal Lebih Lincah Juga Agresif

China dikabarkan menghentikan program jet tempur siluman J-31 Gyrfalcon/FC-31 untuk varian ekspornya, padahal program tersebut sudah muncul di beberapa media, serta menjadi perbincangan bagi pengamat militer dunia, pesawat inipun digadang-gadang akan menjadi rival yang pas untuk F-35 buatan Lockhead Martin, dengan harga yang lebih murah. Penghentian program jet tempur tersebut, juga didukung dengan ketidak ikut sertaannya dalam pertunjukan udara pada gelaran Airshow China di Zhuhai, November 2018.
J-31 Gyrfalcon/FC-31, Lockhead Martin,
Namun ada hal yang membuatnya menjadi tanda tanya besar, karena model skala terbaru FC-31 justru dipajang di booth Aviation Industry Corporation of China (AVIC) , dalam ajang “Paris Air Show 2019” di Le Bourget, Prancis, yang digelar pada 17-23 Juni. Tetapi kali ini ada yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan design terdahulu, ada beberapa fitur baru tambahan yang membuat tampilan FC-31 lebih terlihat berotot dan gagah, dengan aerodinamis yang lebih ditingkatkan. Bentuk yang paling nampak dari perubahan itu, adalah area dibelakang kokpit dan juga di antara kedua mesinnya.

Dengan perubahan yang dilakukan, sepertinya Shenyang Aircraft Corporation (AVIC) selaku pengembang program, ingin membuat FC-31 memiliki kapasitas yang jauh lebih besar namun lebih lincah dan agresif dibanding sebelumnya. Jet siluman kelas medium ini, kemungkinan akan mampu membawa bahan bakar lebih, sehingga mampu membuatnya terbang lebih jauh tanpa menggunakan pesawat pemasok bahan bakar. Kemungkinan lainnya ialah akan adanya tambahan perangkat elektronik, baik system komunikasi maupun sitem lainnya. Design baru dari FC-31, juga menampilkan mesin yang lebih gahar. Terlihat dari dua saluran buang aliran jet (nozzle) yang memiliki struktur kokoh. seakan menyiratkan jika mesin ganda yang digendong oleh FC-31, memiliki tenaga dorong yang lebih besar pula.

Prototipe pertama J-31, terbang perdana pada 2012. Kemudian disusul prototipe kedua di Airshow China pada 2014 dan terbang perdana Desember 2016, dengan design sayap baru, sensor IRST, dan bentuk kanopi tunggal (single piece canopy). Namun sejak itu J-31 jarang terlihat, diperkirakan pesawat tersebut, kini tengah melaksanakan beragam pengujian termasuk sistem persenjataan, komunikasi, dan teknologi silumannya.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post