Iklan Billboard 970x250

Indonesia Masih Nunggak Pembayaran Proyek KF-X/IF-X Bersama Korea Selatan

Indonesia Masih Nunggak Pembayaran Proyek KF-X/IF-X Bersama Korea Selatan


Mastermilitery.com - Kontribusi Indonesia dalam proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Bersama Korea Selatan, besarnya sekitar 1,7 triliun won atau 20 persen dari total 8 triliun won, dan pembayaran tersebut seharusnya selesai pada 2026. Saat ini Indonesia telah membayar sekitar 220 miliar won dari 520 miliar won yang seharusnya dibayar, sisa tunggakan sekitar 300 miliar won inilah yang jadi masalah dalam kelanjutan proyek jet tempur tersebut.



Pada pertengahan bulan ini pemerintah Indonesia menyatakan sedang berusaha untuk menegosiasikan kembali persyaratan kontrak untuk pengembangan bersama pesawat tempur KF-X/IF-X untuk Angkatan Udara kedua negara. Pemerintah Indonesia berencana memasukkan skema imbal beli ke dalam proses negosiasi pembiayaan kerjasama pengembangan pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Experiment (KF-X/IF-X) yang dikerjakan bersama Korea Selatan (Korsel). Menkopolhukam Wiranto mengatakan skema itu ditawarkan karena Anggaran Pembelian dan Belanja Negara (APBN) saat ini tengah difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.
              
Sumber militer dan industri dari pihak Korea Selatan, mengatakan menerima pesawat CN-235 atau peralatan lain sebagai pengganti uang tunai tidak akan menjadi pilihan yang lebih disukai. Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) membutuhkan pesawat angkut berukuran besar sedangkan CN-235 adalah yang terkecil di antara pesawat angkut. ROKAF juga sudah membahas persyaratan untuk pesawat angkut berukuran yang lebih besar dari C-130, terbesar yang telah dioperasikan.



Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan Indonesia masih bersedia untuk melaksanakan proyek bersama, karena pihak Indonesia juga menginginkan jet tempurnya sendiri. Dia mengatakan proyek itu akan dilaksanakan sesuai jadwal terlepas dari masalah tunggakan Indonesia, karena sisa anggaran 8 triliun won sudah dialokasikan sesuai rencana.
                    
Para ahli militer mengatakan pemerintah Korea Selatan tampaknya tidak mau merusak hubungan persahabatannya dengan Indonesia, karena negara itu baru saja membeli kapal selam buatan Korea Selatan. Kim Dae-young, seorang peneliti di Institut Penelitian Korea untuk Strategi Nasional, mengatakan komitmen keuangan pemerintah Indonesia yang tidak pasti untuk proyek jet tempur masih bukan pertanda baik bagi pemerintah Korea Selatan.


Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post