Iklan Billboard 970x250

Ditengah Sanksi Amerika Terhadap China, Ternyata Mereka Adalah Produsen Komponen Sensitif F-35

Ditengah Sanksi Amerika Terhadap China, Ternyata Mereka Adalah Produsen Komponen Sensitif F-35

Mastermilitery.com - Amerika Serikat, mungkin adalah negara super power dalam hal ekonomi maupun bidang pertahanan, bahkan presiden Donald Trump berani melakukan perang dagang dengan China, akibat saksi atas pembelian jet tempur SU-35 dari Rusia. Namun ada kabar yang menyebutkan jika Amerika tetap ngotot memberi sanksi China, maka program jet tempur termahal di dunia F-35, akan mengalami banyak hambatan. Salah satunya karena sebuah perusahaan China disebut terlibat dalam produksi jet tempur F-35, di tengah narasi tuduhan bahwa mereka melakukan spionase.
 eurofighter typhoon, militer, shenzhen fastprint,
Exception PCB, adalah perusahaan China yang berbasis di Inggris yang terlibat pembuatan papan sirkuit yang mengontrol mesin, cahaya, bahan bakar, dan sistem navigasi dari F-35. Tetapi kementerian pertahanan Inggris, menyakinkan bahwa Exception PCB merupakan pemasok tetap dan tidak akan menimbulkan risiko bagi Amerika. Namun mantan menteri Strategi Keamanan Internasional Sir Gerald Howarth, mengaku sangat khawatir dengan keterlibatan China dalam program jet tempur siluman itu.

Shenzhen Fastprint adalah perusahaan yang membeli Exception PCB pada 2013, tetapi tidak disebutkan siapa pemiliknya di China. Kekhawatiran sepertinya akan semakin meningkat, karena ternyata Exception PCB juga terlibat dalam produksi komponen program sensitive selain untuk F-35, seperti komponen untuk jet tempur Eurofighter Typhoon dan juga helikopter serang Apache.

Juru bicara Exception PCB menuturkan, adanya sekat antara Exception PCB dengan perusahaan induknya di China, dan mereka hanya memproduksi papan sirkuit mentah. Lockheed Martin selaku sang produsen F-35, tetap merasa curiga karena papan sirkuit tersebut, harus menjalani pemeriksaan di perusahaan produsen secara berkala dan terus-menerus. Lockheed Martin juga tengah berupaya mencari perusahaan pengganti di kemudian hari, karena menganggap bahwa Exception PCB merupakan sumber yang belum disetujui.

Akibat sanksi yang dikakukan oleh Amerika, raksasa telekomunikasi China Huawei juga mendapatkan dampaknya. Setelah dianggap menjadi mata-mata, perusahaan dari Amerika dilarang melakukan kerja sama dengan Huawei, salah satunya menghentikan penyediaan OS Android yang dimiliki oleh Google. Tetapi menurut Chief Security Officer Huawei John Suffolk, Amerika takut pada persaingan pengembangan teknologi dan kontrol terhadap jaringan telekomunikasi global, dimana Huawei adalah perusahaan yang mampu mengungguli jaringan 5G dibanding Amerika.

Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post